Peng Soon Tetap Optimistis Meski Kurang Konsisten Bersama Goh Liu Ying

Berita Badminton: Pebulutangkis spesialis ganda campuran, Chan Peng Soon yakin bahwa dia dan Goh Liu Ying akan tetap menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan sampai Olimpiade Tokyo tahun depan.

Ini terlepas dari perjuangan mereka untuk konsisten musim ini dan para pesaing mereka justru menunjukan peningkatan di beberapa turnamen terakhir.

Peraih medali perak Olimpiade Rio itu tidak hanya kalah di babak pertama Korea Open pekan lalu, namun mereka juga terlempar dari peringkat lima besar dunia untuk pertama kalinya sejak Februari dan kini duduk di posisi keenam dunia.

Ketika mereka menderita kesulitan dalam perlombaan untuk Olimpiade Tokyo, saingan mereka, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai asal Thailand dan Seo Seung Jae/Chae Yu Jung asal Korea Selatan justru mengalami peningkatan untuk memacu persaingan di ganda campuran.

Pada Minggu (29/9), Dechapol/Sapsiree mengalahkan pasangan peringkat 1 dunia asal China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong untuk mengangkat gelar ganda campuran di Korea Open 2019.

Itu adalah balas dendam yang manis bagi pasangan Thailand setelah kalah dari Zheng/Yaqiong di final Kejuaraan Dunia di Basel pada Agustus lalu.

Mereka adalah pasangan Thailand pertama yang mencapai final ganda campuran di Kejuaraan Dunia dan itu mendorong mereka menempati posisi peringkat 3 dunia untuk pertama kalinya.

Sementara itu, Seung Jae/Yu Jung, mengalami kemajuan karena mereka telah mencapai setidaknya semifinal dalam tiga turnamen terakhir hingga mengkudeta Peng Soon/Liu Ying dari peringkat 5 dunia.

“Setiap orang memiliki peluang untuk memenangkan medali di Olimpiade Tokyo dan itulah cara meramaikan persaingan di ganda campuran,” kata Peng Soon.

“Itu tidak benar mengesampingkan siapapun berdasarkan kinerja saat ini,” ungkapnya.

Peng Soon masih berpikir Zheng/Yaqiong adalah salah satu favorit untuk dikalahkan di Olimpiade Tokyo 2020.

“Mereka kalah di Korea tetapi mereka masih yang terbaik karena mereka lebih konsisten dari siapapun dalam dua tahun terakhir. Mereka sudah mengantongi enam gelar tahun ini,” katanya.

“Para pemain No.1 dunia juga pernah mengalami hari-hari buruk mereka, mereka tidak bisa memberikan 100% kemampuan mereka sepanjang waktu,” tambah Peng Soon.

Peng Soon, yang juga gagal melewati putaran kedua di China Open pekan lalu, mengatakan bahwa mereka akan bangkit kembali dari kelelahan.

“Kami melangkah semifinal di Taiwan Open tetapi tidak bisa mempertahankan performa kami dalam dua minggu berikutnya karena kelelahan. Kami tidak lagi berusia 20-an, butuh waktu lebih lama untuk pulih,” jelas Peng Soon.

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *