Praveen Jordan

Bangkit Usai Putus Asa di Bulutangkis

Sempat putus asa bermain bulutangkis, Praveen Jordan bangkit kembali berkat motivasi orangtuanya. Ia pun dipanggil masuk Pelatnas dan meraih berbagai kejuaaraan pada nomor ganda campuran.

Pria yang akrab disapa Praveen ini lahir Bontang, 26 April 1993. Ia anak dari pasangan Setio Lesmono dan Herlinche Simanulang. Nama Praveen Jordan sendiri dipilih kedua orang tuanya cukup unik.

Nama Praveen Jordan tentu memiliki makna, Praveen berasal dari nama aktor India, Praveen Kumar yang memerankan sosok Bima dalam film Mahabharata. Sedangkan Jordan diambil dari salah satu legenda NBA saat itu, Michael Jordan. Orang tuanya berharap anaknya bertubuh tinggi besar seperti Praveen Kumar dan Michael Jordan.

Benar saja, Praveen menjadi sosok yang tumbuh dengan tubuh tinggi dan besar. Meski memiliki wajah yang sangar, ternyata ia memiliki hati yang lembut. ia sangat menyayangi kedua orang tuanya.

Selain itu, Praveen Jordan tak mengikuti untuk jadi pemain basket, apalagi artis. Ia justru menjadi atlet bulutangkis.Melalui bulutangkis ini, namanya mengukir dikenal banyak orang.

Ia menekuni bulutangkis dengan penuh semangat. Namun, pada suatu saat ia pernah berpikir untuk berhenti main bulutangkis ketika belum berprestasi, tapi sang ibu terus memberikan motivasi dan semangat agar dia terus berusaha dan tidak menyerah. Ibunya berkata, ia bisa menjadi rangking satu dunia dan juara Olimpiade jika terus berusaha.

Pada tahun 2011, Praveen Jordan berhasil meraih medali perunggu pada kejuaraan Asia Junior, saat itu ia berpasangan dengan Tiara Rosalia Neraidah. Meski begitu Praveen tetap saja belum dilirik Pelatnas PBSI.

Praveen yang berasal dari PB Djarum Kudus pernah berpasangan dengan pemain senior VIta Marissa sejak 2012. Saat itu, ia mulai berprestasi dengan meraih gelar Indonesia Masters Grand Prix Gold 2013, Selandia Baru Grand Prix 2013 dan Malaysia Masters Grand Prix Gold 2013.

Berkat prestasinya tersebut, Praveen Jordan telah diincar pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky. Dan akhirnya 2014, Praveen yang berusia 21 tahun dipanggil untuk bergabung dengan pelatnas. Saat itu ia langsung dipasangkan dengan Debby Susanto.

Bersama Debby, kemampuan Praveen kian matang dan ia mulai meraih berbagai gelar, mulai dari medali perunggu Asian Games 2014, medali emas SEA Games Singapura 2015, ia juga berhasil menjadi juara ganda campuran pada ajang bergengsi All England 2016.

Pada 2017 menjadi tantangan tersendiri bagi Praveen Jordan dan pasangannya yang sebelumnya hanya menjadi Runner-up pada ajang Swiss Terbuka, Hong Kong Terbuka dan Australia Terbuka.

Namun, Praveen dan Debby berhasil menjadi juara pada ajang Korea Terbuka 2017 setelah mengalahkan pasangan Tiongkok, Wang Yilyu dan Huang Dongping. Tantangan berikutnya, Praveen Jordan dengan semangat tinggi menatap kejuaraan dunia dan olimpiade dalam nomor ganda campuran.

Keluarga Praveen Jordan

  • Ayah : Setio Lesmono
  • Ibu : Herlinche Simanulang

Pencapaian Praveen Jordan

  • Medali Perunggu, Ganda Campuran, Kejuaraan Asia Junior 2011
  • Juara Indonesia International, Ganda Putra, 2013
  • Juara Selandia Baru Terbuka, Ganda Campuran, 2013
  • Juara Malaysia Masters, Ganda Campuran, 2013
  • Juara Indonesia Masters, Ganda Campuran, 2013
  • Runner up Malaysia Masters, Ganda Campuran, 2014
  • Medali Perunggu ASIAN Games Korea, Ganda Campuran 2014
  • Medali Emas SEA Games Singapura, Ganda Campuran, 2015
  • Runner up Malaysia Masters, Ganda Campuran, 2015
  • Runner up Thailand Terbuka, Ganda Campuran, 2015
  • Runner up Indonesia Masters, Ganda Campuran, 2015
  • Runner up Prancis Terbuka, Ganda Campuran, 2015
  • Juara India Terbuka, Ganda Campuran, 2016
  • Juara All England, Ganda Campuran, 2016
  • Runner up Hong Kong Terbuka, Ganda Campuran, 2016
  • Runner up Swiss Terbuka, Ganda Campuran, 2017
  • Runner up Australia Terbuka, Ganda Campuran, 2017
  • Juara Korea Terbuka, Ganda Campuran, 2017
News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *